Berbagai jenis ayam kampung yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari dengan berbagai kegunaan yang diterapkan oleh rakyat Indonesia. Berikut ini adalah 15 Jenis ayam kampung yang sering kita jumpai :

1.Ayam Sumatera = dari namanya kita tahu ayam lokal ini berasal dari sumatera yaitu dari sumatera utara. Sering disebut juga ayam melayu. Ayam jantan merupakan ayam pertarung dan ayam betina dapat menghasilkan telur sampai 150 butir per tahun. Ayam jantan dewasa dapat mencapai bobot 2 kilogram sedangkan betinqa 1,5 kilogram. Paruhnya pendek, kokoh, berwarna hitam dengan cuping kecul dan berwarna hitam. Jenggernya berbentuk wilah dan berwarna merah. Kulit muka berwarna merah atau hitam dan ditumbuhi bulu halus yang jarang. Perawakan ayam sumatera tegap, gagah namun ramping. Ayam ini biasa digunakan sebagai ayam petarung tetapi tidak sepopuler ayam bangkok. Ayam Sumatera pernah diekpor ke Amerika Serikat tahun 1847, ke Jerman 1882 dan Inggris tahun 1902

2.Ayam Kokok Balenggek = Ayam penyanyi yang berasal dari sumatera utara barat disebut kokok balenggek didaerah ayam ini berkembang di kecamatan Payung Sakaki dan Tigo Lurah, Solok, Sumatera Barat. Kareran keistimewaannya, ayam kokok balenggek dipelihara diluar wilayah asalnya dan menyebar ke berbagai kabupaten dan kota disumatera barat dan hingga ke provinsi lain dan dipelihara sebagai ayam hias dan menjadi ternak kesayangan. Ayam kokok balenggek merupakan hasil perkawinan ayam hutam merah ( Gallus gallus ) dengan ayam lokal atau ayam kampung ( Gallus Domesticus ). berdasarkan bentuk tubuhnya ayam kokok balenggek asal sumatera barat ini dapat dibedakan dalam tiga strain sebagai berikut

  1. Ayam Gadang : Tubuhnya besar, penampilan tegap, gagah dan cantik. suara kokoknya merdu dan nyaring. bobot ayam jantan dewasa sekitar 2,0 kg dan betina 1,5 kg. produksi telur sekitar 16 per musim
  2. Ayam Ratiah : badannya berukuran agak kecil dengan penampilan langsing. Bobot Ayam Ratiah jantan dewasa 1,6 kg dan betina 0,8 kg. Produksi telur sekitar 18 butir per musim. kokoknya merdu, nyaring, panjang dan bersusun
  3. Ayam Batu : yang mempunyai penampilan seperti ayam Katai karena kakinya pendek dengan panjang sekita 3-4 cm sehingga badannya tampak pendek dan rendah. Bobot ayam batu jantan dewasa 1,4 kg dan ayam betina 1 kg. Produksi telur 12 butir per musim

 

Ayam kokok Balenggek mengeluarkan suara kokok yang berirama panjang kemudian diakhiri dengan suara seperti terputus putus yang bertingkat atau bersusun susun. Nilai ekonomi ayam penyanyi asal tanah minang ini ditentukan oleh suara kokok yang bersusun susun panjang sampai 15 suku kata atau lebih. semakin panjang suara kokoknya semakin mahal harga ayam tersebut

3.Ayam Kedu = Berkembang di daerah ex keresidenan Kedu di Kabupaten Magelang dan Temanggung, Jawa  Tengah dan berasal dari desa Kedu, desa beji dan desa kahuripan, kecamatan kedua kabupaten Temanggung. Ayam kedu kini menyebar ke Jawa Barat, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan. Ayam Kedu mempunyai warna bulu yang hitam mengkilau sehingga tampak serba hitam. Namun demikian, pada jantan dewasa terdapat bulu hias berwarna merah, jingga atau kuning di sekitar leher dan pinggang. Jengger berbentuk bilah tunggal bergerigi berwarna merah. Paruh, kaki dan cakar berwarna gelap kehitaman sedangkan warna kuku  beragam antara hitam, putih atau kombinasi keduanya, kulit berwarna putih kusam. Dari seluruh populasi ayam kedu di daerah asalnya di kecamatan Kedu hampir 90,6 % berwarna hitam yang disebut ayam Kedu Hitam, yang berwarna putih 3,4% yang disebut kedu putih, 0,2% berwarna cokelat ( kedu cokelat ), 0,1 % berwarna kelabu ( Kedu Kelabu ) dan 5,7% berwarna lurik ( Kedu Lurik ) karena mayoritas ayam kedu berwarna hitam ayam kedu asli dianggap sama dengan kedu hitam, meski kenyataannya ada kedu putih, cokelat, kelabu dan lurik

Ayam Kedu Putih = kebalikan dengan ayam kedu hitam dan ayam cemani, ayam kedu putih, mempunyai warna bulu yang putih mulus. Ayam Kedu Putih mempunyai jengger tunggal, pial dan cuping berwarna merah terang. Kulit muka berwarna merah sedangkan paruh, lidah dan langit langit mulut berwarna putih. Kaki berwarna putih atau kuning dan kadang ada yang berwarna kehitaman. Warna putih yang spesifik pada ayam kedu ini merupakan sifat resesif dari ayam kedu hitam. Ayam kedu putih ini sering disebut juga sebagai ayam Raja

4.Ayam Cemani = Serba hitam dan berkesan magis. Itulah yang tampak dari ayam Cemani. Ayam ini biasa digunakan dalam upacara atau ritual adat dan kepercayaan etnis-etnis tertentu di Indonesia, serta digunakan dalam pengobatan oleh masyarakat yang mempercayai khasiat. Ayam cemani dipandang memiliki daya supranatural dan dipercaya sebagai penolak bala. Tentu saja kesan magis sering dibumbui dengan hal hal yang berlebihan sehingga harga jual ayam cemani bisa dikerek setingggi mungkin

Ayam Cemani memang mempunyai warna khusus yaitu hitam legam yang menyelimuti seluruh tubuhnya mulai dari bulu,daging,ceker,telapak kaki, jenggger, pial, bola mata, paruh, lidah, tenggorokan, langit-langit, mulut, lubang dubur hingga tulang pun berwarna hitam. Ayam Cemani yang 100% hitam, warna darahnya juga kehitaman. Kata Cemani dalam bahasa jawa berarti hitam legam.

Ayam Cemani sesungguhnya mempunyai tetua ayam kedu hitam. ayam kedu hitam diseleksi ke arah permurnian warna hitam dan bentuk jengger tunggal bergerigi. Seperti ayam kedu, Ayam Cemani berasal  dari desa Kedu, Beji dan Kahuripan, Kecamatan Kedu, Temanggung. Ayam Cemani juga diternakkan didaerah Kalikuto,Grabag, Magelang. Sesuai nama tempatnya, Ayam Cemani tersebut disebut pula dengan nama ayam kalikuto atau ayam selasih. Sedangkan ayam Cemani yang dipelihara di Kedu disebut sebagai Ayam Kedu Cemani. Hal ini untuk membedakan asal tempat ayam cemani diternakan.

Ayam Cemani bila dikawinkan dengan sesama ayam cemani juga akan menghasilkan anak-anak yang berwarna hitam legam dan warna lain. Ayam yang berwarna hitam legam ini dinamakan ayam Cemani sedangkan yang berwarna lain dinamakan ayam kedu yaitu kedu hitam yang berwarna hitam, Kedu putih yang berwarna putih dan kedu merah untuk yang berwarna merah.

Ayam Cemani mulai bertelur pada umur 4,6-6,5 Bulan ( 138 hari – 195 hari ). Produksi telur pada pemeliharaan ekstensif dan semi intensif dapat mencapai56-77 butir per ekor pertahun. sedangkan pada pemeliharaan intensif dapat mencapai 215 butir per ekor per tahun.

5.Ayam Pelung = Nama Pelung dari bahasa sunda, Malewung atau Melung, yang artinya melengkung. Disebut Ayam Pelung karen lehernya yang panjang akan melengkung bila sedang berkokok. Berasal dari desa Bumi Kasih, Jambu Dipa, Songgom dan Tegal Lega. Kecamatan Warungkondang, serta daerah lain di Cianjur seperti kecamatan Cianjur, Cibeber, Pegelaran Tanggeung dan Cipanas-Pacet. Selain Cianjur, Ayam Pelung juga berkembang di Sukabumi dan sembawa sumatera selatan.

6.Ayam Nunukan  = Ayam kampung ini berkembangbiak di Kalimantan Timur didaerah nunukan dan Tarakan. Disebut juga dengan ayam Tawao bulunya berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan. Paruh dan kaki berwarna kuning atau putih kekuning-kuningan dengan jengger dan pual berwarna merah cerah. Penampilan ayam nunukan yang merah atau coklat kemerahan tampaknya dipengaruhi oleh bangsa ayam Rhode Island Red. Bobot ayam nunukan jantan dapat mencapai 3,4-4,2 Kilogrqam, dan ayam nunukan betina dewasa bisa mencapai bobot 1,6-1,9 kilogram. Ayam nunukan mempunyai keunggulan sebagai penghasil telur dan daging atau sebagai ayam dwiguna. Ayam nunukan di nunukan dan Tarakan sering digunakan dalam upacara keagamaan Etnis Tionghoa.

7.Ayam Merawang   = Ayam ini berasal dari Merawang, Pulau Bangka, Profinsi Bangka Belitung. Ayam ini konon berasal dari Cina beberapa ratus tahun lalu dan berkembang didaerah Bangka. Ayam Merawang mempunyai ciri khas warna bulu dominan kuning kemerahan dengan kulit dan daging berwarna kuning. Perawakan relatif lebih gemuk dibandingkan dengan ayam kampung lainnya. Produksi telur relatif sama dengan ayam kampung lainya.

8.Ayam Gaok   = Ayam Gaok mempunyai Nilai Ekonomi yang tinggi.  Dengan badannya yang besar, ayam ini mempunyai potensi sebagai pedaging. Ayam Gaok juga mempunyai keunggulan sebagai ayam hias karena suara kokoknya yang merdu sehingga merupakan ayam penyanyi yang disukai. Sebab itu  ayam gaok sering dijuluki pula sebagai ayam pelung madura karena kokoknya yang nyaring dan merdu. Gaok dalam bahasa lokal Madura berarti suara panjang. Ayam asli Madura ini banyak ditemukan di desa gapurana, Poteran, dan Palasa di pulau Puteran yang masuk wilayah kecamatan Talongo, Sumenep. Ayam gaok menyebar hingga Bangkalan.

9.Ayam Sentul  =  Ayam sentul merupakan ayam lokal dari daerah Ciamis, Provinsi Jawa Barat yang sejak abad ke-8 telah dibudidayakan secara turun temurun. kini wilayah sebaran ayam sentul meliputi Kabupaten Ciamis, Cirebon, Indramayu, Majelangka, Sumedang, Bandung dan Bogor. Warna bulu ayam ayam sentul jantan  abu abu bergaris di ujung setiap helai bulu yang memberikan kesan sisik ikan, di hiasi dengan warna merah, kuning dan hijau. Kepala Ayam sentul jantan berwarna abu abu dilapisi warna khas merah kuning keemasan. Sedangkan ayam sentul betina warna bulu dominan adalah abu abu dengan variasi abu kehitaman, abu keemasan dan abu putih. warna kepala ayam betina abu abu kehitaman.

10. Ayam Gaga  =  Ayam ini berasal dari Sidrap, Sulawesi Selatan dan kini semakin populer karena merupakan ayam penyanyi yang digemari banyak orang. Ayam gaga ini disebut ayam ketawa karena kokoknya seperti derai tawa orang. Bila diperhatikan memang kokok ayam gaga yang terdiri dari tiga bagian yaitu bagian pembuka, tengah dan penutup. Bagian pembuka merupakan suara yang terdengar didepan atau suara paling depan. Kokok bagian tengah yang merupakan suara yang terdengar seperti derai tawa, ketika terdengar kurang lebih berbunyi ” kuk.. kukk..kuk..kukk.kuk,..”suara bagian tengah bisa diulang berkali kali hingan terdengar panjang sekalu, Bagian penutup merupakan suara akhir yang pada sebagian ayam terdengar menyatu dengan bagian tengahdan sebagian lagi jelas terdengar terpisah.

11. Ayam Arab  = Ayam arab dapat digolongkan sebagai ayam lokal komersial yang menghasilkan daging dan telur. Ayam arab merupakan ayam lokal asal eropa dan dikenal sebagai ayam petelur unggul, seperti Bresse di Perancis, Hamburg di Jerman, Mesian di Belanda dan Braekels di Belgia. Ayam Braekel asal belgia ini masuk ke Indonesia. Namun dari sejarahnya, ayam arab diperkenalkan oleh orang indonesia yang pulang ibadah haji dari arab saudi. Di Arab ayam braekels dipelihara sebagai ayam hias. Telur ayam arab yang dibawa dari Arab Saudi tersebut kemudian ditetaskan di Malang, Jawa Timur. Ayam Arab yang dipelihara secara di umbar memungkinkan terjadi perkawinan ayam Arab dengan ayam kampung setempat. dari perkawinan tersebut terlihat bahwa produksi telurnya lebih tinggi dibandingkan ayam lokal lainnya

12. Ayam Bangkok  = Ayam  Bangkok  lebih dikenal sebagai ayam aduan untuk kegiatan sabung ayam. Karakter sebgai ayam aduan memang sesuai dengan ciri fisiknya yang kuat, gagah, tinggi , serta mempunyai sifat petarung yang tak kenal takut terhadap lawannya. Sifat ini dikenal sebagai mental juara yang ada serata dalam diri seekor ayam bangkok jantan. ayam aduan ini disukai oleh masyarakat indonesia karena kegemaran sabung ayam yang ada didalam masyarakata sejak jaman Majapahit. Ayam Ayam lokal yang asli dalam negeri seperti ayam Jalak Harupat atau ayam sumatera sebagai ayam aduan juga sudah dikenal lebih dahulu oleh masyarakat indonesia tetapi kemudian kalah populer dengan ayam bangkok.

13. Ayam Kapas  =  Ayam Kapas merupakan ayam hias dengan ciri warna bulunya yang putih bersih seperti kapas. Penampilannya cantik, gesit, mungil dan lincah. Bulunya yang menyelimuti tubuhnya mengembang berdiri sehingga ayam ini tampak mempunyai badan yang besar. Kepalanya bejambul, warna jengger merah kehitaman dengan bentuk jengger mawar, warna kulit kaki hitam, lingkar mata hitam, cuping berwarna kebiruan dan jari kaki berjumlah lima. Ayam jantan dan betina berjambul.

14. Ayam Muatiara = Ayam mutiara ( Guniea Fowl ) penampilan seperti kalkun tetapi dengan badan yang lebih kecil. Ayam mutiara merupakan ayam hias yang indah dan menarik. Hal ini dapat dilihat dari warna bulunya yang berwarna hitam dengan totol totol putih. Bulunya menutup hampir seluruh tubuhnya. Kepalanya kecil berwarna putih demkian pula warna leher yang dekat kepala. Pialnya bergelambir merah cerah. Paruhnya berwarna kuning hampir orange. sedangkan kakinya berwarna kuning. Ayam mutiara mudah terkejut dan bersuara nyaring ketika didekati orang yang tak dikenal sehingga agak bising. Mungkin karena sifat ini ayam Mutiara dijadikan pula sebagai penjaga rumah. Ayam ini mudah berkembang biak. Daya Tetas telurnya bisa mencapai 67%.

15. Ayam berkisar  = Ayam bekisar berasal dari Pulau Kangean, sebalah timur pulau madura. Pulau Kangean masuk dalam wilayah Kabupaten Sumenep. Ayam Berkisar mempunyai suara yang merdu dan warna bulu yang indah. Ayam ini menjadi ayam hias yang dikoleksi banyak orang dan sudah menyebar ke berbagai wilayah Indonesia. Ayam Berkisar merupakan hasil persilangan dari ayam jantan hutan hijau ( Gallus Varius ) dan Ayam Kampung Betina ( Gallus Domesticus ). Ayam Berkisar mempunyai bulu yang beragam seperti warna merah dan hitam dan berbagai warna lain yang disukai penggemarnya. Warna dasar yang disukai dan menjadi kriteria lomba adalah warna dasar merah, hitam, putih, wido, kelabu, blorok dan jali. Ayam Berkisar karena berasal Madura menjadi kebanggan masyarakat jawa timur dan menjadi maskot fauna provinsi tersebut.