Atrindo – Negeri kita kaya akan bahan pakan ternak sebagai negara agraris mampu menghasilkan produk pertanian dengan limbah agroindustri yang melimpah sepanjang tahun. Hal ini sangat potensial digunakan sebagai bahan pakan ternak. Bahan pakan untuk ternak dapat berasal dari tanaman dan hewan. semua bahan pakan baik yang berasal dari tanaman maupun hewan  terdiri dari air dan bahan kering. Bahan Pakan Ternak dapat dibedakan sebagai berikut

1.  Bahan Pakan Sumber Energi

  1. Padi  =  Padi  merupakan tanaman pokok yang menghasilkan beras sebagai makanan utama sebagai makanan utama rakyat Indonesia, dan sebagian besar masyarakat Asia. Padi yang kualitasnya tidak memenuhi syarat untuk konsumsi manusia, dapat digunakan untuk pakan ternak. Sebagai bahan pakan ternak, padi dapat diberikan dalam bentuk gabah atau beras. Gabah dapat diberikan kepada ternak semua umur kecuali ternak yang masih sangat muda. Gabah mengandung 40% Serat kasar dan 11-18% silika yang merupakan 25% dari berat gabah.
  2. Bekatul = Padi yang digiling menjadi beras akan menghasilkan 16-28% sekam, 6-11% dedak dan 2-4% bekatul, sedangkan sekitar 60% endorsperma ( butiran beras yang putih). Pada bekatul kandungan protein, Ca, dan P hampir mirip dengan dedak tetapi kandungan serat kasarnya jauh lebih rendah yaitu 4%. Oleh karena itu bekatul dapat digunakan dalam ransum ternak dalam jumlah lebih banyak dari pada dedak.
  3. Jagung  =  Jagung dapat tumbuh baik diseluruh wilayah Indonesia. Pada wilayah dengan agroekosistem yang kering/tegalan, jagung dapat tumbuh baik dan memberikan hasil yang baik. Jagung terdiri dari beberapa warna yaitu jagung kuning, putih, dan merah. Jagung kuning umumnya banyak digunakan sebagai pakan ternak. Jagung mengandung energi merabolisme yang tinggi yaitu sebesar 3,360 kkal/kg sehingga jagung sering dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku penghasil energi. Dalam pakan ternak unggas jagung merupakan komposisi bahan utama, sekitar 50% dari total komposisi pakan.
  4. Dedak   =  Dedak merupakan hasil samping dari penggilingan padi. Dedak biasanya bercampur kulit gabah. Kandungan proteinnya sekitar 12%. Serat kasar sekitar 13% dan lemak 13%. Oleh karena itu kandungan lemaknya tinggi. dedak mudah menjadi tengik dalam penyimpanan. Kandungan mineral calsium (Ca) 0,05% dan Phospor (P) sekitar 1,5%
  5. Sorghum  = Sorghum dapat tumbuh baik di negeri kita terutama pada wilayah dengan agroekosistem yang kering/tegalan. tetapi sayangnya, tidak banyak yang menanam sorghum. Kandungan proteinnya 8-16%. Karena belum banyak yang mengusahakan sorghum menyebabkan hargarnya mahal karena merupakan bahan pangan impor.
  6. Onggok   =  Singkong dapat tumbuh baik di seluruh wilayah Indonesia. Pada sentra tanaman singkong dengan industri pembuatan tepung tapioka, diperoleh hasil sampingan yang disebut onggok. bahan ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak penghasil energi.
  7. Tepung Gaplek  =  Tanaman singkong yang dikeringkan menjadi gaplek kemudian digiling maka akan diperoleh tepung gaplek. tepung gaplek kemudian dijadikan tiwul sebagai makanan yang menjadi sumber karbohidrat.

2.  Bahan Pakan Sebagai Sumber Protein

  1. Bungkil kelapa  = kelapa tumbuh subur di Indonesia sehingga negeri ini dikenal pula kepulauan nyiur melambai. Banyak daerah di indonesia merupakan sentra tanaman kelapa yang penting dengan industri minyak kelapa yang berkembang baik. Bungkil kelapa merupakan hasil sisa pengolahan minyak kelapa. Daging kelapa yang dikeringkan sampai kandungan airnya dibawah 6% disebut kopra. setelah kopra diambil minyaknya, maka bahan yang tersisa disebut bungkil kelapa.
  2. Bungkil Kedelai  = Kedelai dapat tumbuh baik di Indonesia. Tetapi bahan pangan ini belum mampu diproduksi dalam jumlah yang cukup untuk swasembada sehingga terjadi impor yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan industri tahu dan tempe. Tempe merupakan bahan pangan sumber protein nabati yang banyak dikonsumsi di pulau jawa. Kandungan protein bungkil kedelai merupakan asam amino esensial yang baik untuk ternak. Kandungan energi Metabolisme sekitar 2200kkal/kg.
  3. Ampas Kecap  = Ampas kecap merupakan bahan sisa yang dihasilkan dari proses pembuatan kecap. untuk dapat digunakan menjadi bahan baku pangan, ampas kecap harus dikeringkan terlebih dahulu dan digiling menjadi tepung. kandungan protein ampas kecap sekitar 24,9% dan lemak 24,3%
  4. Tepung daun lamtoro  =  daun lamtoro mengandung protein sekitar 22-34% dan lebih tinggi dari kandungan protein pada alfafa. Daun lamtoro mengandung beta caroten dan xanthophyl sekitar 660 ppm lebih tinggi dari xanthophyl jagung yang hanya sekitar 20 ppm. Beta caroten dan xanthophyl penting untuk warna kuning telur sebagai pewarna kuning doibagian kaki dan kulit, seperti pada kaki dan kulit ayam pedaging. Lamtoro biasa ditanam sebagai tanaman penghijau atau tanaman pagar. Lamtoro dapat dibudidayakan untuk memperoleh daunnya yang bisa diolah menjadi bahan pakan ternak dengan kandungan yang tinggi gizi.
  5. Tepung keong mas = Keong mas merupakan hama tanaman padi. Keong mas memiliki kandungan protein cukup tinggi sekitar 50%. Untuk tujuan komersial, Keong Mas dapat dibudidayakan untuk menghasilkan tepung yang menjadi bahan pakan sumber protein hewani yang berkualitas
  6. Kulit dan kepala udang   = Kulit dan kepala udang merupakan bagian tubuh udang yang menjadi limbah yang dibuang dari industri pengolahan udang. Limbah tersebut yaitu kulit dan kepala udang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan itik.
  7. Tepung Limbah Ikan  = Industri pengolahan ikan menghasilkan limbah berupa kepala ikan dan bagian daging yang masih melekat pada tulang ikan. Limbah tersebut dapat diolah menjadi tepung ikan yang dimanfaatkan sebagai pakan ternak.